Friday, October 17, 2008

10 KEAHLIAN TI YANG PALING DICARI (Di kirim oleh Seseorang)

Bidang teknologi informasi (TI) kerap digembar-gemborkan punya masa depan, peluang kerjanya yang besar, gajinya termasuk menggiurkan. Mau tahu apa saja keahlian teknologi informasi yang bakal paling dicari di masa depan? Berikut ini adalah daftar yang kami ambil dari berbagai sumber.

1. MOBILISASI APLIKASI
Mobilitas mengubah gaya hidup orang. Sekarang, perangkat genggam seperti ponsel PDA dan smartphone menjadi alat bisnis yang penting. Akibatnya, banyak perusahaan membutuhkan orang yang membutuhkan orang yang mampu memperluas penggunaan aplikasi seperti ERP atau procurement ke perangkat mobile.
1. JARINGAN NIRKABEL
Perkembangan standar teknologi nirkabel seperti Wi-Fi, WiMax, dan Bluetooth membuat keahlian mengamankan transmisi nirkabel berada di peringkat paling atas. Yang banyak dibutuhkan saat ini adalah administrator jaringan dengan spesialisasi di bidang wireless~seseorang yang tahu bagaimana perangkat wireless bekerja di jaringan, bukan sekedar teknisi.
1. DESAIN ANTARMUKA
Bidang lain yang menjajikan adalah interaksi antara komputer dan manusia atau desain antarmuka (user interface), baik desain aplikasi web maupun desktop.
1. PROJECT MANAGEMENT
Perusahaan membutuhkan calon-calon manajer proyek (project manager) yang bisa memimpin tim, membuat project life cycle yang masuk akal, dan mampu mengelola sebuah proyek. Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan saat wawancara kerja adalah bagaimana cara mengatasi konflik dalam tim.
1. JARINGAN UMUM
Bidang TI tak bisa lepas dari jaringan sehingga professional TI berlatar belakang non jaringan pun sebaiknya memahami konsep-konsep dasar jaringan, seperti TCP/IP, Ethernet, serat optis, dan komputasi jaringan.
1. TEKNISI JARINGAN KONVERGENSI
Makin banyak perusahaan yang mengimplementasikan VoIp, makin besar pula kebutuhan mereka akan administrator jaringan yang memahami seluk beluk jaringan (jaringan LAN, WAN, dan internet) dan bagaimana konvergensinya. Ini merupakan peluang bagi orang-orang yang pernah bekerja di bidang telekomunikasi dan memahami jaringan TI, atau sebaliknya.
1. PROGRAMMING OPEN SOURCE
Kemampuan programming Linux, Apache, MySql, dan PHP (atau bisa disingkat LAMP) bisa dibilang sangat diminati. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpuasan costumer dan kekuatiran mereka terhadap masalah sekuriti, utamanya di wilayah system operasi dan database.
1. EMBEDDED SEKURITI
Sekarang, sudah jadi tren bahwa semua lowongan TI mensyaratkan keahlian dan sertifikat di bidang keamanan. Apapun bidang TI-nya, perusahaan mengharapkan pencari kerja memiliki pemahaman mengenal sisi sekuritinya.
1. INTEGRASI TEKNOLOGI RUMAH DIGITAL
Pertumbuhan pasar home video dan audio, serta keamanan rumah dan system lighting otomatis membuat segmen rumahan menjadi ladang bisnis teknologi yang subur. Tapi siapa yang bisa memasang sistem-sistem tersebut atau memperbaikinya ketika terjadi masalah? Coba saja ambil sertifikasi Digital Home Technology Integrator dari CompTIA dan Consumer Electronics Association.
1. NET, C#, C++, JAVA YANG PLUS
Bukan hanya coder yang dicari, tapi keahlian programming. Net, C#, C++, dan Java yang dibarengi dengan kemampuan memimpin tim atau mengkoordinasikan proyek.
Sumber : PCPlus Edisi 290
Readmore »»

Wednesday, March 5, 2008

Sejarah AuraCMS

Awal mulanya, AuraCMS itu berasal dari ide yang tercetus saat ingin membuat website dengan konten dinamis.

Pada saat itu muncul ide untuk membuat kumpulan script PHP yang terintegrasi. Dan kemudian terbuatlah dua buah jenis script PHP tersebut yang satu menggunakan data berupa file text dan yang lainnya menggunakan database MySQL.

Kemudian setelah dicoba ternyata data yang menggunakan database MySQL jauh lebih gampang dan tidak rumit dalam pengelolaannya sehingga yang menggunakan data berupa file text tidak dilanjutkan lagi. Setelah itu script yang menggunakan database MySQL tadi diberi nama "aura" dan karena merupakan software Content Management System maka nama lengkapnya "AuraCMS".


Bekerjasama dengan Kioss Project versi pertama diluncurkan pada pertengahan tahun 2003. Kemudian disusul dengan versi versi berikutnya dan sempat "mandeg" beberapa waktu pada versi 1.3&1.4.
Dan pada saat versi 1.5 terbit mulai banyak yang menyumbang modul ataupun modifikasi dan ide-ide baru sehingga terbit versi 1.6 beta sebagai versi percobaan.
Ternyata dilaporkan bahwa pada versi 1.6 beta ini masih ada beberapa bug sehingga pada bulan Juli 2005 diterbitkan versi baru yang tidak beta lagi yaitu versi 1.61 dengan mengeliminasi bug pada versi 1.6 beta dan menambahkan beberapa fitur yang baru.
Sumber : Auracms.or.id
Readmore »»

Sunday, March 2, 2008

SDM TIK INDONESIA:BUTUH BANYAK,TAPI ETIKA KERJANYA MASIH RENDAH

Setidaknya sampai tahun 2008, kebutuhan Indonesia pada tenaga Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) mencapai 32,6 juta orang.Sayangnya, kemampuan Indonesia menyediakan SDM TIK sampai tahun depan hanya sampai sekitar 19,8 Juta orang (lihat table)

Tabel : Kebutuhan VS Ketersediaan SDM TIK Indonesia

Tahun 20042005200620072008
Kebutuhan24,6 jt 26,4 jt28,2 jt30,3 jt32,6 jt
Ketersediaan 8,2 jt10,7 jt13,4 jt16,4 jt19,8 jt
Jumlah Penduduk225,0 jt jiwa236,2 jt jiwa248,1 jt jiwa260,5 jt jiwa273,5 jt jiwa

sumber :depkominfo.go.id.

Disamping itu meski kebutuhan tenaga TIK di Indonesia semakin meningkat, tapi tampaknya tidak dibarengi dengan penghasilan yang memadai. Menurut pengamat TIK dari ITB, Budi Rahardjo, ada beberapa faktor yang membedakan penghargaan terhadap SDM TIK tanah air dengan non lokal.

Dilihat dari sisi kualitas, SDM TIK kita masih jauh lebih rendah dibandingkan SDM non lokal

“Mungkin itu dilatarbelakangi kualitas pendidikannya juga. Diluar negeri kan secara keilmuan masih lebih baik,” kata Budi. Ditambahkannya, faktor tertib kerja dan etika kerja yang masih buruk dari SDM TIK kita ikut membuat rendahnya penghargaan terhadap mereka. Dalam kedua sebab yang terakhir itu, tegas Budi,justru menjadi hal mendasar yang menjadi perbedaan dengan SDM non lokal.

“Profesional TIK di atau dari luar negeri biasanya fighting spiritnya lebih tinggi, juga tertib kerja. Juga kemampuan bahasa Inggris,” ujarnya.

Sertifikasi Mestinya Akan Sangat Membantu

Perbedaan kultur SDM TIK di dalam dan luar negeri itu kemudian terjembatani dengan adanya sertifikasi. Mestinya jika dipergunakan dengan baik, Budi Rahardjo setuju unsur sertifikasi dapat menjadi jalan yang baik dalam hal pengukuran kompetensi seseorang. “Itu cara yang tepat kalau mau mengukur kompetensi, tapi hanya akan bermanfaat banyak jika digunakan bukan sekadar sebagai syarat kuantitas,” tegasnya lagi.

Sertifikasi yang dilakukan LSP Telematika, misalnya, menjadi satu tolak ukur komitmen profesional TIK yang ingin maju dan berkembang dalam bidangnya. Komitmen tersebut juga otomatis membantu memperbaiki masalah tingkah laku seperti yang diumpamakan Budi Rahadjo. Keinginan untuk menjadi lebih professional setelah mendapatkan sertifikasi dari LSP Telematika,diharapkan selain dapat memperbaiki kinerja professional TIK, juga membantu meningkatkan pendapatan mereka yang berujung pada karir yang baik. (Lily Bertha Kartika~LSP TElematika)
Readmore »»

Monday, September 3, 2007

Keuntungan Sertifikasi Kompetensi

Keuntungan Sertifikasi di LSP Telematika
LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para profesional di bidang telematika. Dalam perkembangannya, LSP Telematika menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri.
Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.
Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Penyusun SKKNI merupakan ahli telematika yang berasal dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI di Indonesia. Dalam penyelenggaraan uji kompetensi, LSP Telematika menggunakan test engine dengan software yang integritasnya tidak diragukan lagi. LSP Telematika merupakan pemegang lisensi Automated Testing Software (ATS) di Indonesia. Ujian diselenggarakan dengan berbasis komputer yakni suatu tes yang dipandu dan dikerjakan melalui media komputer termasuk penilaiannya.
Keunggulan Uji Kompetensi LSP Telematika :
-Metode ujian in aplication
-Sistem penilaian Output Based Oriented
-Penilaian hasil tes instan dan otomatis
-Dapat disajikan dalam multi bahasa
-Pemberian soal secara acak
-Soal ujian terenkripsi
-Laporan hasil ujian secara rinci
-Integritas ujian terjaga
Readmore »»

Friday, June 1, 2007

Sertifikasi Telematika

Perusahaan-perusahaan Teknologi Informasi (TI) di level internasional kini makin memfokuskan diri pada prospek bisnis dan organisasinya di masa depan. Keterampilan berkomunikasi, humaniora dan mengetahui prospek bisnis serta organisasi justru menjadi 3 hal penting yang dicari selain keterampilan di bidang TI . Hal itu ditegaskan Presiden Direktur IBM Indonesia, Betti Alisjahbana, Selasa (29/5). Dalam seminar bertema ‘Pendidikan Terintegrasi Untuk Mendukung Pasar Kerja ‘ yang diadakan LSP Telematika di Sekolah Bina Nusantara itu, Betti yang menjadi salahsatu pembicara menjelaskan, saat ini kebutuhan pasar akan tenaga TI berubah sangat cepat sehingga membutuhkan adaptasi yang seimbang.
“Pekerjaan terbaik dibidang TI saat ini justru berhubungan langsung dengan klien, merancang suatu sistem yang canggih yang menghasilkan nilai tambah dan manfaat bisnis yang signifikan,” kata Betti. Hal ini didukung hasil riset yang menyimpulkan bahwa yang paling dicari bukan ketramplikan teknis yang dalam. Keterampilan dasar pemrograman dan layanan teknis, pada yang akan datang justru akan di ambil alih oleh otomatisasi dan outsourcing (Alih Daya).
Sayangnya, SDM dengan kemampuan khusus sebagaimana dibutuhkan industri TI level internasional itu sulit didapatkan dari lulusan Perguruan Tinggi saat ini. “Kami melihat bahwa Perguruan Tinggi di bidang TI sampai saat ini belum cukup membekali mahasiswanya dengan item-item yang kami butuhkan, misalnya Technical know how, proses bisnis dan organisasi, komunikasi dan humaniora,” ujar Betti.
Berorientasi Pada Hasil
Kenyamanan karyawan juga menjadi elemen penting untuk mendukung kinerja yang pada akhirnya menghasilkan benefit bagi perusahaan. Di IBM Indonesia, Betti mencontohkan, karyawan diperlakukan sebagai teman, baik untuk berdiskusi maupun mencari solusi bagi perusahaan. Jam kerja yang fleksibel juga diberlakukan, bukan untuk membuat karyawan tidak disiplin tetapi justru mendidik karyawan untuk membuat manajemen waktunya sendiri.
“Jangan khawatir, di perusahaan kami karyawan nggak akan dipelototin bos-nya. Kami menyerahkan management waktu kepeda mereka, yang penting kami berorientasi pada hasil yang baik,” tegas Betti, disambut tawa peserta seminar. Menurutnya strategi-streategi semacam ini harus ditempuh karena karyawan merupakan asset penting bagi perusahaan yang ingin bergerak maju.
Dengan sistematika dan jenjang yang benar di dalam perusahaan, semua elemen yang ada di dalamnya akan saling bantu untuk kemajuan perusahaan. Bahkan, perusahaan-perusahaan saat ini tidak segan menarik kembali mantan karyawannya jika dibutuhkan. “Biasanya kalau ada karyawan mau keluar, kita melakukan exit interview dan lalu kita beri nilai. Kalau ternyata attitudenya buruk, kita beri catatan bahwa yang bersangkutan tidak bisa di hire lagi. Tapi kalau baik, sewaktu-waktu kita bisa terima lagi,” demikian Betti Alisjahbana. (Lily Bertha Kartika)
Readmore »»