Wednesday, March 5, 2008

Sejarah AuraCMS

Awal mulanya, AuraCMS itu berasal dari ide yang tercetus saat ingin membuat website dengan konten dinamis.

Pada saat itu muncul ide untuk membuat kumpulan script PHP yang terintegrasi. Dan kemudian terbuatlah dua buah jenis script PHP tersebut yang satu menggunakan data berupa file text dan yang lainnya menggunakan database MySQL.

Kemudian setelah dicoba ternyata data yang menggunakan database MySQL jauh lebih gampang dan tidak rumit dalam pengelolaannya sehingga yang menggunakan data berupa file text tidak dilanjutkan lagi. Setelah itu script yang menggunakan database MySQL tadi diberi nama "aura" dan karena merupakan software Content Management System maka nama lengkapnya "AuraCMS".

Bekerjasama dengan Kioss Project versi pertama diluncurkan pada pertengahan tahun 2003. Kemudian disusul dengan versi versi berikutnya dan sempat "mandeg" beberapa waktu pada versi 1.3&1.4.
Dan pada saat versi 1.5 terbit mulai banyak yang menyumbang modul ataupun modifikasi dan ide-ide baru sehingga terbit versi 1.6 beta sebagai versi percobaan.
Ternyata dilaporkan bahwa pada versi 1.6 beta ini masih ada beberapa bug sehingga pada bulan Juli 2005 diterbitkan versi baru yang tidak beta lagi yaitu versi 1.61 dengan mengeliminasi bug pada versi 1.6 beta dan menambahkan beberapa fitur yang baru.

Monday, September 3, 2007

Keuntungan Sertifikasi Kompetensi

Keuntungan Sertifikasi di LSP Telematika
LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para profesional di bidang telematika. Dalam perkembangannya, LSP Telematika menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri.
Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.
Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI merupakan ahli telematika yang berasal dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI di Indonesia. Dalam penyelenggaraan uji kompetensi, LSP Telematika menggunakan test engine dengan software yang integritasnya tidak diragukan lagi. LSP Telematika merupakan pemegang lisensi Automated Testing Software (ATS) di Indonesia. Ujian diselenggarakan dengan berbasis komputer yakni suatu tes yang dipandu dan dikerjakan melalui media komputer termasuk penilaiannya.
Keunggulan Uji Kompetensi LSP Telematika :
Metode ujian in aplication
Sistem penilaian Output Based Oriented
Penilaian hasil tes instan dan otomatis
Dapat disajikan dalam multi bahasa
Pemberian soal secara acak
Soal ujian terenkripsi
Laporan hasil ujian secara rinci
Integritas ujian terjaga

Friday, June 22, 2007

Pengumuman Kelulusan SMA 11 Semarang lewat Web Site

Seperti tahun kemarin SMA 11 Semarang mengumumkan kelulusan siswa-siswi kelas XII melalui web site mereka www.smun11-smg.sch.id . Sengaja kami memang memanfaatkan teknologi tersebut karena memang sudah saatnya IT masuk ke sekolah.

Friday, June 1, 2007

Sertifikasi Telematika

Perusahaan-perusahaan Teknologi Informasi (TI) di level internasional kini makin memfokuskan diri pada prospek bisnis dan organisasinya di masa depan. Keterampilan berkomunikasi, humaniora dan mengetahui prospek bisnis serta organisasi justru menjadi 3 hal penting yang dicari selain keterampilan di bidang TI . Hal itu ditegaskan Presiden Direktur IBM Indonesia, Betti Alisjahbana, Selasa (29/5). Dalam seminar bertema ‘Pendidikan Terintegrasi Untuk Mendukung Pasar Kerja ‘ yang diadakan LSP Telematika di Sekolah Bina Nusantara itu, Betti yang menjadi salahsatu pembicara menjelaskan, saat ini kebutuhan pasar akan tenaga TI berubah sangat cepat sehingga membutuhkan adaptasi yang seimbang.
“Pekerjaan terbaik dibidang TI saat ini justru berhubungan langsung dengan klien, merancang suatu sistem yang canggih yang menghasilkan nilai tambah dan manfaat bisnis yang signifikan,” kata Betti. Hal ini didukung hasil riset yang menyimpulkan bahwa yang paling dicari bukan ketramplikan teknis yang dalam. Keterampilan dasar pemrograman dan layanan teknis, pada yang akan datang justru akan di ambil alih oleh otomatisasi dan outsourcing (Alih Daya).
Sayangnya, SDM dengan kemampuan khusus sebagaimana dibutuhkan industri TI level internasional itu sulit didapatkan dari lulusan Perguruan Tinggi saat ini. “Kami melihat bahwa Perguruan Tinggi di bidang TI sampai saat ini belum cukup membekali mahasiswanya dengan item-item yang kami butuhkan, misalnya Technical know how, proses bisnis dan organisasi, komunikasi dan humaniora,” ujar Betti.
Berorientasi Pada Hasil
Kenyamanan karyawan juga menjadi elemen penting untuk mendukung kinerja yang pada akhirnya menghasilkan benefit bagi perusahaan. Di IBM Indonesia, Betti mencontohkan, karyawan diperlakukan sebagai teman, baik untuk berdiskusi maupun mencari solusi bagi perusahaan. Jam kerja yang fleksibel juga diberlakukan, bukan untuk membuat karyawan tidak disiplin tetapi justru mendidik karyawan untuk membuat manajemen waktunya sendiri.
“Jangan khawatir, di perusahaan kami karyawan nggak akan dipelototin bos-nya. Kami menyerahkan management waktu kepeda mereka, yang penting kami berorientasi pada hasil yang baik,” tegas Betti, disambut tawa peserta seminar. Menurutnya strategi-streategi semacam ini harus ditempuh karena karyawan merupakan asset penting bagi perusahaan yang ingin bergerak maju.
Dengan sistematika dan jenjang yang benar di dalam perusahaan, semua elemen yang ada di dalamnya akan saling bantu untuk kemajuan perusahaan. Bahkan, perusahaan-perusahaan saat ini tidak segan menarik kembali mantan karyawannya jika dibutuhkan. “Biasanya kalau ada karyawan mau keluar, kita melakukan exit interview dan lalu kita beri nilai. Kalau ternyata attitudenya buruk, kita beri catatan bahwa yang bersangkutan tidak bisa di hire lagi. Tapi kalau baik, sewaktu-waktu kita bisa terima lagi,” demikian Betti Alisjahbana. (Lily Bertha Kartika)